Roda terus berputar dan zaman pun silih berganti. Berbagai peubahan atau dinamika dalam kondisi sosial masyarakat seakan tak pernah berhenti bergulir. Globalisasi pun semakin menguat dan efeknya semakin terasa dalam berbagai bidang kehidupan. Begitu pula dengan kaum perempuan. Emansipasi semakin terasa kehadirannya. Perempuan zaman ini sudah semakin tangguh dan tak kalah dengan laki-laki. Mereka semua dituntut mandiri dan harus bisa melakukan berbagai pekerjaan yang seharusnya dilakukan oleh laki-laki. Itu semua membuat perempuan tampak lebih tangguh, walaupun tak ada laki-laki di samping mereka.
Lalu, bagaimana dengan laki-laki? Ya, laki-laki tak mau kalah dengan perempuan. Ketika perempuan semakin bangga dengan keemansipasiannya, laki-laki pun semakin yakin bahwa dirinya memiliki hal yang sama. Maksudnya? Saat ini, laki-laki juga dituntut untuk bisa melakukan berbagai pekerjaan yang seharusnya dilakukan oleh perempuan (tapi, mungkin tidak semuannya). Jujur, laki-laki tak bisa hidup tanpa perempuan secara batin. Tetapi, soal pekerjaan yang biasanya dilakukan perempuan, laki-laki pun sanggup mengatasinya tanpa campur tangan perempuan.
Laki-laki harus bisa mencuci baju, mencuci piring, membersihkan rumah, memasak, mengasuh anak, dan sebagainya. Itu sangat bermanfaat nanti jika kita kuliah (jauh dari orang tua) atau ketika sudah berkeluarga. Ketika istri tak ada di rumah dan pekerjaan tersebut tidak ada yang mengerjakan (kecuali memelihara pembantu hehe), laki-laki harus siap untuk bertanggung jawab akan semua hal tersebut.
Dan tahukah kalian? Gue baru saja merasakan pentingnya hal tersebut (walau tidak sepenuhnya melakukan semua pekerjaan rumah). Beberapa minggu ini, Ibundaku tercinta harus menunaikan tugasnya di luar kota dan otamatis gue ditinggal berdua dengan Ayah. Jujur, ditinggal Ibu itu cukup mengancam kebutuhan hidup, khususnya makanan. Kalau ada Ibu, makanan selalu ada dan pasti disediakan. Nah, giliran tidak ada . . ya susah. Sedih, tapi memang iya fakta.
Tapi, gue harus bisa menggantikan posisi beliau dan sebagai anak yang berbakti (amin) tidak mungkin gue menyerahkan posisi tersebut kepada Ayah #eaaa Maksudnya begini, masa iya Ayah harus menggantikan posisi Ibu padahal anaknya sendiri bisa. Secara Ayah juga capek setelah seharian bekerja dan tentu saja jika melakukan hal tersebut bisa membuat beliau tersenyum kepada anaknya ini #eaaa #lebay
Kemudian, kepergian Ibu untuk tugas membuat gue belajar banyak hal. Gue belajar untuk mengetahui bagaimana cara mencuci baju dan memasak #eaaaa Alhamdulillah sekarang gue sudah bisa memasak air, memasak nasi, membuat nasi goreng, membuat telor dadar/ceplok, membuat mie, membuat tempe (crispy) dan tahu (sekarang sudah tidak bingung lagi merendam tempe dan tahu ^^), sambal, dan lainnya. #eaaa #standaritumah
Jadi, laki-laki juga harus bisa melakukan pekerjaan perempuan. Tetapi, hati-hati. Tidak semua pekerjaan wanita bisa diserebot oleh laki-laki. Nanti yang ada malah dicap sebagai laki-laki yang kebancian atau keperempuan (hehe). Oke, perempuan punya emansipasi dan laki-laki punya eWomansipasi (istilah baru emasipasi versi laki-laki) :D haha
Thanks for read this post. Semoga bermanfaat dan menghibur. See you ^^
No comments:
Post a Comment